Senin, 25 Februari 2013

JUBIR TERBAIK SAAT INI ADALAH JUBIR KPK JOHAN BUDI !?

Satu atau Dua tahun terakhir ini Saya  mengamati tugas dan fungsi seorang juru bicara baik di Institusi Negara, Swasta maupun jubir Partai Politik,  tentu yang kerap muncul di Media dan sering terlihat oleh masyarakat, dan menurut Saya juru bicara resmi yang pantas diacungin jempol adalah Johan Budi Juru bicara KPK, mengapa begitu ?

Sebelum Saya jawab hal itu,  mungkin ada baiknya Saya mencoba memberi penjelasan sederhana, tentu bagi yang belum mengetahui apa sebenarnya tugas dan fungsi seorang juru bicara menurut catatan dan pendapat banyak Orang yang pernah Saya baca dan Saya anggap benar, seperti ini :

Sebagaimana diketahui bahwa setiap lembaga baik itu Lembaga Pemerintah, atau non Pemerintah mempunyai misi dan visi serta tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, dan tak ada satupun Institusi yang dapat mencapai tujuannya bila Institusi itu tidak dikenal dan terisolir dari dunia luar, kecuali Organisasi tidak legal atau terlarang, untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan berbagai kalangan didalam dan maupun diluar Institusi tentu di  perlukan seorang Juru Bicara ( Humas ), untuk memelihara hubungan yang harmonis dan memperkenalkan kebijakan Institusi dalam berbagai kepentingan Institusi.

Negara, Presiden sekalipun membutuhkan juru bicara, Prinsip yang sama berlaku bagi suatu Organisasi Politik, dengan berpedoman bahwa Partau Politik  mempunyai visi dan misi serta tujuan yang hendak dicapai  melaksanakan dan  memberikan pelayanan kepada masyarakat, mengupayakan agar masyarakat mencapai taraf hidup yang lebih dari sebelumnya.  Dalam hal ini Jubir Partai Politik sebagai wakil dari Partai untuk berhubungan dan memberi penjelasan tentang kebijakan Partai-Nya kepada masyaralkat atau pihak-pihak terkait.

Dalam menjalankan tugasnya jubir sebagai wakil dari Institusi tidak saja berfungsi untuk memberi penjelasan dan pengaturan akan  tetapi juga mempunyai fungsi pelayanan dengan memelihara hubungan baik dan harmonis baik didalam Organisasi maupun dengan pihak luar yang dilayani,  Orang yang diangkat menjadi Jubir tentu  yang mengetahui seluk beluk ilmu komunikasi, mengenal seluruh kebijakan dan tujuan yang hendak dicapai dengan baik, jadi tidak semua Orang bisa diangkat jadi Jubir.

Dari All About Theory Saya kutipkan untuk pembaca bahwa “Pemeliharaan hubungan itu bukan hanya dalam menyelenggarakan tugas-tugas pengaturan, akan tetapi juga dalam memberikan pelayanan. Bahkan pemeliharaan hubungan dengan pihak yang diatur dan yang dilayani pun perlu terpelihara dengan baik” (Siagian, 1999 : 52).

Salah satu fungsi Juru Bicara adalah menyampaikan informasi-informasi mengenai kebijakan-kebijakan dan kegiatan organisasinya kepada publik, baik masyarakat maupun media massa. Dengan maksud pihak yang bersangkutan mempunyai pengetahuan, pengertian dan pemahaman mengenai organisasi tersebut, dengan harapan pemberian dukungan. Seperti yang dikatakan Siagian dalam bukunya “Teori dan Prektek Kepemimpinan”:

Dari penjelasan diatas Saya menentukan sendiri bahwa Johan Budi adalah Jubir terbaik yang dimiliki Institusi di Negeri ini, sebuah Institusi yang menangani masalah hukum secara khusus Pemberantasan Korupsi.

Perlu diketahui bahwa Johan Budi adalah Magister Hukum yang sudah 3 Priode menjabat sebagai Jubir KPK tentu karena dinilai cakap dan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, sebelum diangkat menjadi Juru Bicara KPK, Beliau adalah Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Johan Budi pernah mengikuti seleksi Calon Pimpinan KPK tapi nasib belum berpihak padanya.

Apa yang ditampilkan Oleh Johan Budi sebagai Jubir KPK  sangat berbeda  jauh dengan Jubir dibeberapa  Institusi khususnya di Organisasi Politik, menurut pengamatan Saya untuk sementara terlihat kasat mata  semua Orang yang mempunyai kedudukan dalam Organisasi itu bisa mengeluarkan statement dan berfungsi sebagai jubir,  dalam satu pokok bahasan muncul beberapa Orang Petinggi Organisasi dengan statement yang berbeda satu dengan yang lainnya bahkan ada yang saling bertolak belakang, tergantung kepentingan pribadi barangkali sehingga pesan yang disampaikan menjadi kabur membuat masyarakat menjadi bingung, tujuan yang hendak dicapai berantakan, semakin memperkeruh suasana.

Setiap Organisasi besar mempunyai struktur Organisasi yang lengkap maka sangat sulit diterima akal dan fikiran kalau Jubir  yang kerennya biasa disebut dari Divisi Humas atau Divisi Komunikasi dan Imformasi tugasnya hanya Diam sedang beberapa Orang Divisi lainnya mengambil alih tugas Jubir dengan penjelasan atau statment yang berbeda, perlu dipahami bahwa setiap Orang mempunyai nalar dan pandangan yang berbeda tentang satu Obyek yang sama.

Dari semua ini Saya berkesimpulan bahwa Jubir terbaik saat ini adalah Johan Budi, Jubir berperan penting untuk mencapai tujuan Institusi, hanya dibutuhkan 1 atau 3 Orang Jubir dalam satu Institusi dengan spesifikasi dan tugas berbeda dan selanjutnya  Tidak semua Orang bisa menjadi Jubir, hanya Orang yang mempunyai kapasitas, Integritas, yang paham Ilmu Komunikasi dan penugasan khusus yang bisa tampil sebagai jubir ( Juru Bicara ) bukan siapa saja ? ***

2 komentar:

  1. Pelapor Kasus Simulator Diinapkan di KPK
    Besar Kecil Normal
    TEMPO.CO, Jakarta - Pelapor dalam kasus dugaan korupsi simulator kemudi, Sukotjo S. Bambang, akan diinapkan selama tiga hari di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Alasannya, penyidik akan memeriksanya secara maraton dalam pendalaman kasus simulator.

    "Kami dengar masih banyak hal yang perlu diminta keterangan kembali oleh penyidik karena pada waktu beliau memberikan keterangan, ada beberapa pihak yang dimintai keterangan tidak membenarkan itu. Maka, perlu ditegaskan lagi untuk memberikan kepastian apa yang disampaikan klien kami," kata Erick Paat, Selasa, 26 Februari 2013.

    Erick mengatakan, berdasarkan keterangan penyidik, kleinnya akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus simulator kemudi, bukan terkait dengan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang Inspektur Djoko Susilo, tersangka simulator kemudi.

    Dia baru saja bertemu dengan kliennya. Semalam, KPK menjemput Sukotjo di Rumah Tahanan Kebun Waru, Jawa Barat. Sukotjo merupakan tersangka kasus simulator mengemudi di Korps Lalu Lintas Kepolisian RI ini. Dia juga yang melaporkan kasus ini hingga diusut oleh KPK.

    Kasus tersebut menyeret empat tersangka, termasuk Sukotjo dan Djoko Susilo, mantan Gubernur Akademi Polisi. Dua tersangka lainnya adalah pejabat pembuat komitmen Brigadir Jenderal Didik Purnomo dan Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Budi Susanto.

    Sukotjo adalah Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia, perusahaan subkontrak simulator mengemudi. Rekanan pemenang lelang proyek berbiaya Rp 196 miliar ini adalah PT Citra Mandiri. Kemudian PT Citra mensubkontrakkan kepada PT Inovasi dengan harga jauh lebih rendah. Akhirnya, KPK menduga terjadi markup proyek tersebut sehingga merugikan negara berkisar Rp 100 miliar.

    BalasHapus
  2. Julia Perez Resmi Dinyatakan Buron
    Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Andi Herman menyatakan status artis Julia Perez resmi menjadi buron per hari ini, Senin, 25 Februari 2013. Hal ini terkait mangkirnya Jupe dari panggilan kedua untuk dieksekusi tanpa ada konfirmasi ketidakhadiran.

    "Kami mengganggap bahwa iktikad baik yang kami coba tawarkan ternyata tidak dimanfaatkan. Sehingga apabila hari ini tidak hadir, maka sejak itu dinyatakan buron," kata Andi dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin, 25 Februari 2013.

    Batas waktu untuk dinyatakan buron, kata Andi, berlaku sejak pukul 16.00 WIB tadi. Namun, bila setelah itu Jupe--begitu Julia disapa--hadir pada malam hari, Kejaksaan tetap mengapresiasi langkah tersebut. "Secara formal kita menunggu sampai jam 4 sore tadi," ujarnya.

    Andi mengatakan pihaknya sudah membentuk tim eksekutor mengenai pelaksanaan hukuman bagi kekasih Gaston Castano itu. Salah satunya, Jupe bisa dijemput paksa. "Selanjutnya kita akan lakukan langkah-langkah persiapan untuk memastikan pelaksaaan hukuman terhadap yang bersangkutan," katanya.

    Akun Twitter Jupe juga sudah lama tidak aktif. Tercatat, dia nge-tweet terakhir pada 14 Februari 2013. Padahal, Jupe biasa berkicau setiap hari meski untuk menyapa followers-nya.

    Jupe diganjar hukuman tiga bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan lewat vonis Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 11 Oktober 2011 atas kasus penganiayaan terhadap pendangdut Dewi Perssik. Dia kemudian mengajukan banding, tapi Pengadilan Tinggi Jakarta malah menguatkan vonis tersebut.



    Belum puas, bintang film Gending Sriwijaya ini mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Kenyataannya, MA justru mengubah putusan menjadi tiga bulan penjara tanpa masa percobaan. Sampai pemberitaan soal eksekusi ini ramai di media, Jupe belum bersedia untuk dimintai konfirmasinya.

    sumber: tempo.co

    BalasHapus