Sabtu, 30 November 2019

Susul Depok Dan Lhoksemawe PPWI Surabaya Dideklarasikan Sabtu Besok



Surabaya -  Setelah peresmian dan pelantikan Pengurus Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kota Depok (23 Oktober) dan Kota Lhokseumawe (23 November) lalu, DPC PPWI Kota Surabaya siap dideklarasikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPC PPWI Surabaya, Budi Santoso, SH, kepada pewarta media ini melalui saluran WhatsApp-nya, Jumat (29 November 2019).

 “Sesuai jadwal, peresmian dan pelantikan DPC PPWI Kota Surabaya akan dilaksanakan esok, Sabtu, 30 November 2019, bertempat di Ballroom Hotel Grand Surabaya, Jl. Pemuda No. 21 Surabaya,” jelas Mas Budi, sapaan akrabnya.

 Berdasarkan jadwal yang telah disusun, acara pelantikan pengurus PPWI Surabaya akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, dan Brigjenpol Dr. Victor Pudjiadi dari BNN Pusat.

 Acara akan diawali upacara pelantikan pengurus, disusul dengan kegiatan penyuluhan anti penyalahgunaan narkoba bagi warga masyarakat Surabaya. Dari undangan yang disebar, terlihat ditujukan kepada para pejabat di lingkungan pemerintahan Kota Surabaya, kalangan jurnalis, LSM, dan Humas Kepolisian di lingkungan Polda Jawa Timur.

“Kami undang berbagai elemen masyarakat dan Pemerintahan Daerah Surabaya, mohon doanya semoga acara dapat berlangsung lancar sesuai rencana** ( APL/RED)

Minggu, 24 November 2019

Disaksikan Kapolres, Wilson Lalengke Lantik Pengurus PPWI Lhokseumawe


 Lhokseumawe - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesi (PPWI), Wilson Lalengke, melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPWI Kota Lhokseumawe di Gedung ACC Universitas Malikussaleh, Sabtu (23/11/209). Prosesi pelantikan yang dimulai pada jam 10:00 Wib itu, selain dihadiri Ketua Umum PPWI, juga hadir Kapolres Kota Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan yang didampingi Kasat Reskrim AKP Indra Trinugraha Herlambang, S.Ik.

Terlihat hadir di acara ini, Dandim 0103 Aceh Utara yang diwakili Kasdim 0103 serta perwakilan dari Polres Aceh Utara. Wali Kota Lhokseumawe, diwakili oleh Asisten III, Miswar, bersama beberapa pejabat Forkompimda turut menghadiri pelantikan DPC PPWI Lhokseumawe tersebut.

Selain itu, di antara para hadirin, terlihat juga para ketua organisasi wartawan, para ketua BEM lintas kampus Aceh Utara dan Lhokseumawe, serta para tokoh agama dan masyarakat. Peresmian dan pengukuhan pengurus PPWI Lhokseumawe dipimpin langsung oleh Ketua Umum, Wilson Lalengke yang disaksikan langsung oleh kapolres Lhokseumawe dan Assisten III Setda Kota Lhokseumawe, serta seluruh peserta yang hadir.

 Dalam sambutannya, Ketua Umum PPWI menyebutkan bahwa hadirnya PPWI di Kota Lhokseumawe bukan untuk ajang persaingan antar oraganisasi wartawan, namun kita ingin bersinergi dengan berbagai organisasi agar dapat memberi warna baru di dunia pewarta tanah air, khususnya di Kota Lhokseumawe.
 "Kita berharap pengurus PPWI yang baru dilantik dapat bekerja sama dengan lintas organisasi yang ada di Kota Lhokseumawe dalam membangun masyarakat dan memperjuangkan kemerdekaan pers seperti yang diamanahkan dalam Undang-Undang nomor 40 tahun 1999," tutur Wilson.

 Wilson selanjutnya mengharapkan agar pengurus PPWI Kota Lhokseumawe mampu menjadi pilar terdepan dalam melawan hoax dan radikalisme. Artinya ,setiap pewarta yang bernaung dalam organisasi PPWI harus mampu menyajikan berita produk jurnalistik, akurat dan berimbang. Setiap informasi yang disampaikan melalui media haruslah merupakan sebuah realitas, faktual, bukan berita bohong atau hoax.

 "Setiap insan pewarta harus mampu memberikan informasi yang sebenarnya dan akurat, harus menjadi pilar untuk mencerdaskan publik, bukan pewarta yang memecah-belah antar masyarakat, suku atau ras," sebut Wilson.
 Wilson juga menambahkan bahwa para pewarta harus menjadi pilar yang mampu mengakomodir setiap informasi dan mengemasnya menjadi satu berita berdasarkan fakta yang dihimpun, agar seluruh berita yang disajikan dapat bermanfaat bagi seluruh elemen masyarakat.

 Sebelum mengakhiri kata sambutannya, Ketua Umun PPWI Wilson Lalengke menitipkan pesan kepada seluruh pengurus dan anggota agar senantiasa mengedepankan etika dalam mencari berbagai informasi, melakukan peliputan, dan ketika mengemas informasi menjadi satu berita, tanpa memihak dan berpihak.



"Para pewarta diharap benar-benar menjalankan fungsi kontrol sosial di tengah-tengah Masyarakat," pungkas Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

 Seusai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi publik. Tema yang diangkat dalam diskusi ini adalah Produk Jurnalistik: Tangkal Penyebararan Hoax dan Radikalisme".

Narasumber yang dihadirkan panitia adalah Ketua Umum PPWI, Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, dan H. Fachrul Razi, Senator Muda asal Aceh.

 Sementara itu, Hasanuddin sekretaris PPWI Kota Lhokseumawe yang juga Ketua Panitia dalam kegiatan itu, usai kegiatan, menyebutkan bahwa pengurus PPWI Kota Lhokseumawe sudah mulai terbentuk sejak bulan Juni lalu, melalui proses perekrutan panjang, dimana pada rapat awal saat penyusunan pengurus Desriadi Hidayat dipercaya menjadi Ketua, Umar Efendi sebagai Wakil Ketua, sementara dirinya sendiri diberi tugas sebagai sekretaris, serta Zulkifli sebagai bendahara.

 "Alhamdulillah, semua struktur sudah lengkap dan kami sudah di-SK-kan semenjak dua bulan lalu, sebelum kami dikukuhkan," ujar Hasanuddin.

 Hasanuddin berpesan pada seluruh pengurus PPWI, khusunya di DPC Kota Lhokseumawe yang baru dilantik agar setiap pewarta dapat menjunjung tinggi nilai-nilai profisionalisme dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang pewarta.

"Setiap berita atau informasi yang disampaikan melalui media haruslah yang dapat bermanfaat bagi semua lapisan. PPWI harus menjadi agen informasi yang terpercaya dengan berita yang akurat dan berimbang," pungkas Hasanuddin. (HSN/Red)

Minggu, 17 November 2019

Peringatan Keras Gerindra Untuk Ahok

   Foto: Ricardo (JPNN)

Dilansir oleh JPNN.COM (16/11/2019) - Bahwa anggota Komisi VI DPR-RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meminta agar Basuki Cahya Purnama Alias Ahok bisa lebih menahan diri apabila memang nanti dijadikan direktur disalah satu BUMN.


Jangan  sampai kata Andre, Ahok masih bersifat seperti saat menjabat Gubernur Jakarta dulu.

 "Jangan sampai ada yang mentang-mentang jadi Pimpinan BUMN karena dekat dengan Presiden, jangan mentang-mentang"  kata Andre kepada JPNN.

Ahok harus patuh dengan seluruh aturan yang ada di BUMN maupun peseroan.

 Andre menambahkan Ahok harus bekerja keras untuk melakukan terobosan di BUMN.

 "Jangan sampai nanti diulang lagi petenteng-petenteng waktu jadi Gubernur DKI. Jadi Direksi BUMN diharapkan membawa kesejukan, dan terobosan untuk BUMN, bukan cari ribut" tandas Andre.

Jumat, 15 November 2019

Pengurus PPWI Lhoksemawe Audiensi Dengan Waka Polda Aceh



Banda Aceh - Pengurus Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Kota Lhokseumawe melakukan audensi dengan Waka Polda Aceh Brigadir Jendral Polisi Drs Supriyanto Tarah, M.M, di ruang kerjanya, di Mapolda Aceh, kawasan Jeulingke, Banda Aceh Kamis (14/11).

Kehadiran Pengurus PPWI ke Mapolda Aceh turut didampingi Dewan Penasehat PPWI Kota Lhokseumawe, Muslim Syamsuddin ST, MAP, Wakil Ketua DPRK Kabupaten Aceh Selatan, Ridwan dan staf anggota DPR RI, Razikin. Kedatangan rombongan PPWI ke Mapolda disambut langsung oleh Waka Polda Aceh Brigadir Jendral Polisi Drs Supriyanto Tarah, M.M.

Dalam pertemuan itu, Pengurus PPWI Lhokseumawe membahas seputaran  terbentuknya pengurus, sekaligus pelantikan PPWI Lhokseumawe yang akan digelar pada Sabtu, 23 November 2019. Selain pelantikan, pengurus PPWI juga rencananya akan menggelar diskusi publik dengan tema "Produk Jurnalistik: Tangkal Penyebaran Hoax dan Radikalisme". Pengurus PPWI sekaligus meminta kesedian Waka Polda Aceh untuk menjadi pemateri dalam diskusi publik tersebut.

Waka Polda Aceh Brigjen Pol Drs Supriyanto Tarah, M.M, menyambut baik sikap pengurus PPWI Kota Lhokseumawe, yang telah melakukan audiensi dan bersilaturrahim dengan jajaran Polda Aceh. Mantan Kapolres Bireuen ini berharap semoga kedepan dapat terjalin kerja sama yang lebih baik lagi antara kepolisian dan para wartawan, khusus di wilayah Hukum Polda Aceh.

"Terkait permintaan untuk menjadi pemateri di diskusi publik, itu tergantung perintah dari pimpinan. Tergantung siapa yang diperintahkan oleh pak Kapolda. Apabila saya diperintahkan. Insya Allah saya siap" demikian ujar Waka Polda.

                       
Sekretaris PPWI Lhokseumawe, Hasanuddin yang ikut dalam pertemuan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada jajaran Polda Aceh, yang mana permintaan audensi melalui pendekatan secara personal untuk audensi Waka Polda Aceh di mendapatkan  sambutan baik.

"Kami pengurus PPWI Kota Lhokseumawe mengapresiasi jajaran Kepolisian Polda Aceh dalam mengayomi berbagai lapisan masyarakat, salah satunya masyarakat pewarta" kata Hasanuddin.

Hasanuddin berharap dengan mementum pertemuan hari ini menjadi langkah awal terjalinnya silaturrahmi ataupun mitra yang baik antara para pewarta dan jajaran kepolisian Republik Indonesia, khususnya di Aceh.

"Momen ini menjadi langkah awal yang baik didalam kemitraan antara pewarta dengan jajaran Kepolisian, khususnya di wilayah hukum Polda Aceh" demikian Hasanuddin Sekretaris PPWI Lhokseumawe.

Rabu, 13 November 2019

Aksi Ala Koboy Anak Bupati Majalengka Dor Kontraktor




            Foto Ilustrasi from Google

Dilansir oleh www.beritaistana.com

Selasa 12 November 2019 diberitakan bahwa;
-Panji Pamungkas andi (36) harus mendapatkan enam jahitan di tangan kirinya akibat penembakan yang dilakukan oleh seorang PNS Pemkab Majalengka Irfan Nur Alam, yang tak lain anak kedua Bupati Majalengka Karna Sobahi.
Seorang PNS di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Majalengka,  Irfan Nuralam diduga menembak pegawai kontraktor pada Minggu (10/11) malam.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, korban penembakan adalah Panji Pamungkasandi. Saat itu korban menagih biaya proyek yang sudah diselesaikan pada April 2019.

“Ya kita membenarkan ada insiden itu di Ruko Hana Sakura, Cigasong, Majalengka, Jawa Barat. Saat ini kasusnya sedang diselidiki,” kata Wisnu saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (12/11).

Irfan adalah Kabag Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Majalengka, sekaligus putra kedua dari Bupati Majalengka Karna Sobahi.
Polisi belum bisa memberikan penjelasan lebih rinci karena masih dalam penyelidikan. Namun sang korban sempat menceritakan kejadian tersebut. Menurutnya, ia diberitahu rekannya Andi ada uang proyek yang belum dibayar oleh Irfan.

Panji dan Andi bertemu di Lingkungan Pusaka Indah, Cijati, Majalengka. Di sana Andi menjelaskan bahwa Irfan akan membayar uang proyek tersebut malam harinya dan meminta Panji membuat janji.


Selanjutnya disepakati lokasi pertemuan Panji dengan Irfan yakni di kantor korban di Ruko Hana Sakura, Cigasong, Majalengka. Korban bersama beberapa rekannya menunggu hingga menjelang tengah malam.

“Tiba-tiba sekitar jam 23.30 WIB saya dibangunkan orang-orang yang datang bersama Irfan. Saat saya keluar dari mobil saya ditodong pistol ke kepala.
Panji  menuturkan, sempat menepis pistol menggunakan tangan kiri yang mengakibatkan pistol meletus mengenai tangannya. Tiga rekannya, yakni Reza Jati Umboro, Dwinanto Herlambang, dan Rismayadi dipukul oleh sejumlah orang suruhan Irfan.

                     

“Mereka dipukuli oleh sekelompok orang yang berjumlah sekitar 30 orang yang datang bersamaan (Irfan),” ujar Panji.
Keributan berakhir pada Senin (11/11) dini hari. Panji bersama rekan-rekan yang menjadi korban bergegas ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalengka. setelah itu, korban melapor ke polisi.

Irfan Nur Alam terdaftar dalam struktur Setda Kabupaten Majalengka sebagai Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan dengan nomor induk 19840613 201001 1 006. (imo)
INI PROFIL ANAK BUPATI MAJALENGKA
Irfan Nur Alam (Foto: Tangkapan layar setda.majalengkakab.go.id)
Irfan Nur Alam, anak kedua Bupati Majalengka Karna Sobahi, menembak salah seorang kontraktor gara-gara masalah utang. Polisi menyelidiki kasus tersebut. Siapakah Irfan?

Irfan Nur Alam tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) atau ASN di Pemkab Majalengka. Dari data yang tercantum di halaman setda.majalengkakab.go.id, Irfan menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemkab Majalengka. Selain menjabat Kabag Ekbang di Pemkab Majalengka, pria kelahiran 13 Juni 1984 itu menjabat Ketua Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Majalengka.

Sebelum menjabat Kabag Ekbang, Irfan bertugas di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Majalengka.***

Senin, 11 November 2019

Benar Nggak Galih Ginanjar Selama Ini Hanya Numpang Hidup pada Kumalasari?




 JAKARTA, Dilansir Oleh JPPN.Com (11/11/2019) Barbie Kumalasari dikabarkan akan menggugat cerai Suami sirinya Galih Ginanjar.

Kumalasari dikabarkan sudah tidak kuat lagi mendampingi Galih Ginanjar yang terjerat kasus vidio ikan asin.

 Kumalasari juga sudah gerah lantaran selama ini Galih hanya menumpang hidup kepada dirinya saja. Lalu benarkah khabar tersebut?

"Kalau numpang hidup kesannya jelek ya, kesannya gimana banget gitu? Jawab Kumalasari.

                 
Wanita 37 Tahun mengklaim selama ini baik dirinya dan Galih saling menerima satu sama lain.

 "Selama ini kami saling menerima satu sama lain kekurangan dan kelebihan masing-masing" Kata Kumalasari.

 Sementara terkait kabar dirinya bakal menggugat cerai Galih Kumala tak menjawab dengan tegas.

 "Nggak tau ah" Ucap Kumalasari. (Sumber/Foto: JPNN.Com)

Anis Matta Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah Wakil Ketua Umum



JAKARTA - Struktur inti kepengurusan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia secara resmi rampung disusun, Minggu (10/11/2019).
 Mantan Presiden PKS Anis Matta resmi menjabat Ketua Umum Gelora Indonesia. Sementara itu, mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menjabat Wakil Ketua Umum Gelora. Hal itu tersebut disampaikan Fahri ketika menggelar acara syukuran Partai Gelora Indonesia di daerah Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (10/11).

 "Tanggal 10 (November) hari ini tadi sudah selesai diumumkan bahwa ketua umum kami adalah Pak Anis. Saya wakil ketua umum, sekjennya Pak Mahfud Sidiq, bendahara umumnya Pak Ahmad Riyadi. Kami berempat ini memang pernah menjadi anggota DPR," kata Fahri.



Fahri melanjutkan, Gelora Indonesia tidak membatasi diri terhadap sosok yang akan menjadi kader. Terbukti, kata dia, kader Gelora Indonesia terdiri dari berbagai kalangan seperti ulama hingga tokoh daerah.

 "Banyak juga tokoh-tokoh wilayah, tokoh-tokoh pesantren, (tokoh) agama, dan kiai. Kami mulai dahulu dari yang ada," ujar Fahri.

 Saat ini, Gelora Indonesia tengah berjuang untuk mendapatkan legalitas sebagai partai di Kemenkumham. Gelora Indonesia telah menyerahkan dokumen untuk disahkan sebagai partai pada 4 November 2019.

 "Kami berharap Januari seluruh dokumen dari Kementerian Hukum dan HAM yang menyatakan bahwa Partai Gelombang Rakyat Indonesia atau Gelora Indonesia ini sudah sah menjadi peserta Pemilu," timpal dia. (mg10/jpnn)