Senin, 30 September 2019

150 Delegasi ASEAN Bakal Hadir Pada AJAFA-21 RLF Ke-25 Di Bali



Jakarta – Tidak kurang dari 150 orang akan menghadiri kegiatan ASEAN Japan Friendship Association for the 21st Century Regional Leaders Forum (AJAFA-21 RLF) ke-25 yang akan diselenggarakan di Bali pada 4-7 Oktober 2019 mendatang. Para peserta itu berasal dari 8 negara ASEAN dan Jepang. Dua negara ASEAN lainnya, Singapore dan Brunai Darusalam, berhalangan mengirimkan wakilnya pada pertemuan kali ini.

Presiden Kappija-21 (Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21), Mulyono Lodji, ketika dikonfirmasi media ini terkait kesiapan pelaksanaan event internasional tersebut menyampaikan bahwa pihaknya telah siap menggelar acara RLF dimaksud. “Panitia sudah mempersiapkan acaranya dengan baik, hampir 100 persen telah siap. Peserta yang sudah konfirmasi akan hadir di acara ini lebih dari 150 orang,” ungkap Mulyono yang merupakan alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang angkatan tahun 2001 itu, Minggu (29/9/2019).

Terpisah, Ketua Panitia AJAFA-21 RLF 2019, Yusron Fuadi, menjelaskan bahwa dari jumlah peserta yang akan hadir, delegasi dari Kamboja menempati urutan pertama terbanyak dengan total peserta 44 orang, terdiri dari 17 pria dan 27 wanita. Jepang menjadi negara pengirim delegasi terkecil dengan jumlah peserta 3 orang. Sementara itu, Indonesia mengirimkan 33 peserta. “Dari segi jumlah delegasi yang akan hadir, RLF kali ini cukup besar pesertanya. Antusiasme kawan-kawan alumni dari negara-negara ASEAN cukup besar untuk datang ke Bali, mengikuti acara yang dirancang untuk membangun persahabatan dan kerjasama antar masyarakat negara-negara Asean maupun Jepang,” jelas Yusron, alumni progam ini yang berangkat ke Jepang pada tahun 1996.

Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia yang menjadi sponsor utama kegiatan Kappija-21 selama ini, akan hadir dalam helatan tahunan AJAFA-21 itu. Tidak tanggung-tanggung, Chief Representative JICA, Mr. Shinichi YAMANAKA, bersama tiga pejabat program officers-nya akan hadir pada acara pembukaan RLF ke-25 yang dipusatkan di Kutabex Beach Front Hotel, Jalan Pantai Kuta, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, ini. Selain itu, pejabat dari Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia juga akan hadir dan memberikan materi kunci (keynote speech) di pembukaan acara tersebut.

“Alhamdulillah, dari JICA akan hadir Chief Representative JICA Indonesia Office, Mr. Shinichi YAMANAKA, bersama beberapa pejabat JICA lainnya. Juga dari Kedubes Jepang, Mr. Jinno KOSUKE, pejabat bagian kerjasama ekonomi, akan hadir dan memberikan keynote speech di opening ceremony RLF Bali nanti,” imbuh Yusron.



Sebagai informasi, Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21 adalah sebuah kegiatan pengiriman pemuda-pemudi Indonesia calon pemimpin bangsa di abad ke-21. Program ini merupakan gagasan dari mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuhiro Nakasone, yang dimulai sejak tahun 1984. Angkatan-angkatan awal dari program tersebut kini sudah banyak yang menduduki jabatan penting di negeri ini, baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional. Yuherman Yusuf, anggota DPRD Riau tiga periode, merupakan salah satu alumni yang berangkat ke Jepang tahun 1984 bersama Patrialis Akbar, mantan hakim MK. Di tingkat nasional, ada Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian, Ketua Umum Golkar), Tjahjo Kumolo (Menteri Dalam Negeri, Politikus PDI-P), Ferdiasyah (Anggota DPR RI, politisi Golkar), Rafdinal (Direktur Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertinggal, Kemendes RI), dan Ilham Bintang (pemilik media mainstream Check & Recheck). Hingga saat ini, jumlah alumni program tersebut mencapai 4.200 orang tersebar di seluruh Indonesia, bekerja di berbagai bidang, baik pemerintah maupun swasta.

Selain Indonesia, Jepang juga menyelenggarakan program yang sama dengan negara-negara ASEAN lainnya. Oleh karena itu, semua negara ASEAN mempunyai organisasi asosiasi alumni program persahabatan negaranya dengan Jepang. Keseluruhan asosiasi alumni (10 organisasi) negara-negara ASEAN itu, ditambah satu asosiasi Jepang, bergabung dalam satu wadah organisasi di lingkup ASEAN Jepang yang diberi nama AJAFA-21 (ASEAN Japan Friendship Association for the 21st Century).

Organisasi AJAFA-21 mempunyai dua agenda pertemuan tahunan, yakni Executive Council Meeting (ECM) dan Regional Leaders Forum (RLF). ECM biasanya dijadwalkan berlangsung pada akhir Februari hingga awal Maret tahun berjalan, sedangkan RFL di pertengahan hingga akhir tahun berjalan, menyesuaikan kesiapan negara tuan rumah. ECM maupun RLF dilaksanakan di negara-negara ASEAN secara bergilir. Kappija-21 mendapatkan giliran menjadi tuan rumah RLF tahun 2019 ini.

Menurut Sekretaris Jenderal Kappija-21, Wilson Lalengke, pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam persiapan dan penyelenggaraan event RLF di Bali. Hingga saat ini, empat perusahaan sponsor telah menyatakan siap mendukung dan membantu terselenggaranya acara dengan baik dan lancar. “Atas nama Pengurus Pusat Kappija-21 dan panitia, saya menyampaikan banyak terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak, terutama para sponsor yang akan membantu kelancaran terselenggaranya acara AJAFA-21 RLF di Bali. Hingga saat ini, beberapa perusahaan sudah menyatakan siap bantu panitia, antara lain PT. Astra International, PT. WiKA (Persero), PT. Nindya Karya, dan PT. JNE,” ungkap Wilson Lalengke, alumni program persahabatan angkatan tahun 2000 ini.

Selain dukungan dan bantuan dari para sponsor, Wilson juga menyampaikan bahwa support dari pemerintah, termasuk Pemda Bali, juga sangat besar bagi terselenggaranya kegiatan RLF. “Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah baik pusat maupun Pemda Bali yang sudah mendukung kegiatan ini. Terutama pihak Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Bali. Tanpa kerjasama yang terjalin baik ini, niscaya kegiatan yang akan berlangsung tanggal 4 hingga 7 Oktober nanti tidak mampu kami persiapkan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Wilson yang juga merupakan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nasional itu. (APL/Red).

Rabu, 25 September 2019

SURAT TERBUKA KEPADA TITO KARNAVIAN, CATATAN AHMAD BAHAR TENTANG TITO





Jakarta - Jenderal Tito dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan mampu menempatkan diri di antara para seniornya. Terbukti, ketika ia ditunjuk sebagai Kapolri, dimana dirinya harus melewati para seniornya, namun Tito bisa menempatkan diri. Ia tidak merasa lebih hebat. Dan dengan berjalannya waktu, terbukti di internal organaisasi Polri, aman-aman saja. Tidak terjadi gejolak yang mengganggu roda organiasi.

Karier yang moncer dengan melewati empat angkatan di atasnya, tentu tidak mudah. Lompatan ini secara psikologis berat. Tetapi sebagai prajurit sejati tidak ada kata mundur dalam tugas, namun tetap menghormati senior dan tetap dalam koridor profesional. Beliau juga dikenal sebagai intelektual yang santun.

Itulah dua paragraf singkat yang dituliskan Ahmad Bahar dalam rangkumannya tentang isi bukunya berjudul “Surat Terbuka Kepada Yth: Jenderal Tito Karnavian”. Tampaknya, penulis spesialis biografi para tokoh nasional itu ingin menegaskan bahwa Tito adalah sosok pemimpin yang dibutuhkan Polri saat ini, dan juga ke masa depan. Pemimpin yang mampu menempatkan setiap orang pada posisinya sebagai sahabat dan rekan kerja dalam melaksanakan tugas serta membangun institusi tanpa harus terjebak pada sekat-sekat primordialisme sempit di berbagai sisi.

Lebih jauh, Ahmad Bahar bahkan mendefinisikan Tito sebagai figur pemimpin cerdas yang memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri di antara para tokoh pemimpin cerdas lainnya. Penulis itu mengatakan bahwa: “Soal pemimpin yang cerdas dan lihai cukup banyak. Namun sosok pemimpin yang cerdas, berpengalaman, dan memiliki karakter tidak banyak. Lebih-lebih lagi, sosok pemimpin yang mampu memberikan totalitas pengabdian kepada negeri yang begitu luas bernama Indonesia. Negeri ini butuh pemimpin yang tidak banyak bicara, tetapi menunjukkan kerja nyata.” (Surat Terbuka Kepada Jenderal Tito Karnavian, hal 6-7).



Yaa, Ahmad Bahar benar. Tito selama menjabat sebagai Kapolri yang sudah lebih dari tiga tahun berjalan jarang terlihat bicara panjang lebar di publik maupun media. Dia lebih banyak fokus bekerja. Pun, Tito jarang terlihat berada pada posisi pengambil kebijakan dalam mengatasi persoalan bangsa yang muncul di tengah perjalanan sejarahnya. Ia lebih banyak terlibat dalam proses penyusunan srategi pembangunan dan pengembangan lembaga Kepolisian Republik Indonesia, termasuk dalam kaitannya dengan pengembangan ketahanan nasional. Mengantisipasi kebakaran rumah jauh lebih baik dibandingkan menjadi pemadam kebakaran.

Ahmad Bahar selanjutnya menawarkan kepada publik untuk menilik Jenderal Polisi kelahiran Sumatera Selatan, yang populer dengan program Promoter (Profesional, Moderen, dan Terpercaya) Polri-nya itu, yang menurutnya perlu diberi panggung pengabdian yang lebih luas di bangsa ini. “Tokoh sebaik dan secerdas Tito Karnavian tidak akan muncul di semua zaman. Ia hanya muncul dalam sebuah periode kepemimpinan yang memang mengharuskan dirinya muncul. Tito muncul di situasi dan zaman yang pas pada masanya, Ia dilahirkan oleh sebuah keadaan yang memang tepat.” (Surat Terbuka Kepada Jenderal Tito Karnavian, hal 6).

Yang oleh karena itu, Ahmad Bahar tiba pada suatu premis ‘Dengan kepandaian, ketulusan, dan kemampuannya memimpin Polri, sudah semestinya Tito perlu diberikan amanah yang lebih luas dibanding hanya memimpin korps Tri Brata’. Dari sisi usia dan banyak segi lainnya, tulis Ahmad Bahar dalam buku karyanya setebal 208 halaman ini, Tito adalah sosok pemimpin masa depan. Dengan pengalaman dan wawasannya yang luar biasa itu, sangat sayang jika potensi dan kemampuannya tidak dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia, yang secara umum menurut banyak kalangan, bangsa ini sedang dilanda krisis kepemimpinan.

Sebagai salah seorang penulis, saya menilai buku terbitan Solusi Publishing ini amat layak untuk menjadi referensi semua pihak dalam mengenal lebih jauh tentang seorang putra bangsa, Tito Karnavian, khususnya dari kacamata seorang penulis biografi, Ahmad Bahar. Demikian, terima kasih dan selamat berburu buku “Surat Terbuka Kepada Yth: Jenderal Tito Karnavian”. (Wilson Lalengke)

Kementan Lepas Ekspor Daging Ayam Ke Timor Leste



Surabaya, Kementeri Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya meningkatkan ekspor untuk meningkatkan pedapatan dan kesejahterakan peternak. Kali ini, Kementan kembali melepas ekspor perdana daging ayam dari PT. Ciomas Adisatwa (Japfa Group) yang berlangsung di Sidoarjo, Jawa Timur.

Pelepasan ekspor ini dilakukan oleh Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah dan didampingi oleh Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), serta Fini Murfiani, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan yang mewakili I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Acara berlangsung di RPHU Krian-Sidoarjo milik PT Ciomas Adisatwa serta dihadiri oleh para pejabat Pemda Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Sidoarjo. Fini menyampaikan ekspor ini menjadi salah satu bukti nyata kebijakan pangan Mentan Amran Sulaiman yang terus berkomitmen mewujudkan kedaulatan pangan dengan meningkatkan kesejahteraan peternak serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekspor.

"Dibawah kepemimpinan Mentan Amran , produksi peternakan khususnya unggas dan produk unggas berpotensi meningkatkan devisa negara dengan pertumbuhan volume dan nilai ekspor sejak tahun 2015-1018 terus mengalami rata-rata pertumbuhan positif per tahunnya mencapai 27,62% dan 35,03%" demikian dikatakan Fini saat membacakan sambutan tertulis Dirjen PKH.(23/9)

Fini menyebutkan melansir data BPS dan Pusat Data Kementan total ekspor komoditas peternakan ke Negara Timor Leste tahun 2018 senilai US$ 9.525.928,55, sedangkan data tahun 2019 bulan Januari sampai dengan Juli tercatat senilai US$ 6.266.097.


Fini juga menjelaskan proses ekspor komoditas subsektor peternakan ke negara Timor Leste dilakukan setelah sebelumnya Import Risk Analysis oleh Tim Delegasi Republik Demokratik Timor Leste pada tanggal 8-12 April 2019 ke farm Grati I di Pasuruan, Krian chicken slaughterhouse, processing plant di sidoarjo dan feedmill di Sidoarjo, kemudian di Bali dilakukan site visit ke unit hacthery di Baturiti. "Hasilnya, hari ini kami melepas ekspor perdana daging ayam produk PT. Japfa Group dengan merk “Best Chicken Ayam Utuh” berat 800gr – 1500gr sebanyak 36,69 ton ke Negara Timor Leste" tutur Fini.

Sementara itu Ali Jamil menyebutkan bahwa Barantan sesuai arahan Menteri Pertanian mendukung segala upaya untuk ekspor. Salah satu bentuk dukungan itu adalah melalui kegiatan bimbingan teknis ekspor produk pertanian dengan nama “Agro Gemilang” singkatan dari Ayo Galakan Ekspor Generasi Milenial Bangsa. Dalam kegiatan itu, Barantan memberikan bimbingan teknis, memberikan tools aplikasi, sistem audit SPS, sistem ketelusuran dan memberikan pemahaman tentang persyaratan SPS.
Kegiatan ini selain bisa mencetak eksportir produk pertanian, juga membuka lapangan kerja.

Menurutnya program akselerasi/percepatan ekspor masih merupakan prioritas di Kementan oleh sebab itu Kementan tiada henti untuk melakukan strategi-strategi diantaranya menambah komoditas baru dan negara tujuan baru. "Eksportasi karkas ayam ini sekaligus telah mengakomodasi keduanya yaitu menambah komoditas dan negara baru. Oleh sebab itu saya sangat mengapresiasi yang dilakukan PT Ciomas Adisatwa, dan semoga hal ini dapat memberikan inspirasi ke pelaku usaha lainya di Jawa Timur" tambahnya.

Pada kesempatan melepas ekspor perdana, Saiful Ilah meminta agar perusahaan-perusahaan lain dapat termotivasi untuk memasarkan produk ke luar negeri sehingga dapat menggerakkan perekonomian nasional secara umum dan roda ekonomi di Kabupaten Sidoarjo.


*Peluang Ekspor Masih Terbuka Lebar*

Pada kesempatan terpisah, Ketut menyampaikan kebijakan peningkatan ekspor sejalan dengan kebijakan Pemerintah untuk mewujudkan Indonesia pada Tahun 2045 menjadi Lumbung Pangan di Dunia. Kementan terus mendorong pelaku usaha khususnya perunggasan nasional agar mampu melakukan ekspor dan bersaing diperdagangan global.

"Dalam proses produksi perusahaan Integrator (eksportir) diminta dapat melakukan kemitraan dengan para peternak rakyat sehingga dapat maju bersama dalam usaha peternakan," ungkap Ketut.

Lanjut Ketut menambahkan peluang pasar produk daging ayam Indonesia di negara Timor Leste masih terbuka lebar, sebagai catatan pada tahun 2018, Timor Leste mengimpor daging ayam sebanyak 4.537 ton atau senilai US$ 6.183.000 dimana sebagian besar berasal dari Negara Brazil. "Ini menginsyaratkan Timor Leste menilai Indonesia sangat berhasil dalam menangani pencegahan penyakit khususnya AI melalui sistem kompartemen" terang Ketut.

Untuk itu, Indonesia harus mampu memanfaatkan keuntungan sebagai negara tetangga agar terus melakukan ekspor dengan peningkatan nilai tambah dan daya saing produk peternakan Indonesia. “Momen pelepasan ekspor komoditas peternakan ini dapat memotivasi pelaku usaha lain untuk berupaya melakukan percepatan ekspor komoditas peternakan lainnya melalui peningkatan kualitas produksi dan promosi ke negara lain” tutup Ketut.

Narahubung:
Ir. Fini Murfiani, M.Si., Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ditjen PKH, Kementan RI

Sabtu, 14 September 2019

TINA SUHARDI MUNDUR DARI ASN DAN KADIS PERDAGANGAN KAB MAMUJU



Mamuju - Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH, M.Si yang saat ini masih menjabat Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju baru saja mengajukan pengunduran dirinya sebagai Aparatur Sipil Negara sekaligus jabatan eselon II diusia yang baru 35 Tahun sebagai salah satu persyaratan untuk maju di Pilkada serentak  Bupati Mamuju september 2020 yang akan datang.

Aparatur Sipil Negara yang mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah harus mundur hal tersebut tertuang dalam UU No.10 Tahun 2016, tentang pemilihan Gubernur, Bupati/Walikota, yang menyebutkan bagi anggota DPR, DPD, DPRD wajib menyatakan secara tertulis dan wajib mengundurkan diri sejak ditetapkan sebagai calon peserta Pemilihan.

Dan sebagai Aparatur Sipil Negara Sutinah yang akrab disapa Tina berdasarkan UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN, pasal 119 dan pasal 123 ayat 3 yang mengatur tentang keterlibatan seorang ASN dalam Poiitik
Sebagai seorang yang taat pada aturan Tina putri Pertama Bupati dua Priode 2005 - 2015 Kabupaten Mamuju  DR H Suhardi Duka, mengajukan pengunduran dirinya.



Kepada awak media sesaat setelah menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Sekertaris Daerah Kabupaten Mamuju H
Suaib, di Kantor Bupati Mamuju (13/9/2019), mengatakan;

"  Kita punya komitmen untuk tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang ada, oleh karena kami akan menyerahkan  Fornulir pendaftaran kepada PDIP dan ini merupakan kegiatan Politik, maka sebelumnya Saya harus mengajukan surat pengunduran diri  mundur sebagai ASN" Jelas Tina.

Tina juga mengatakan bahwa tujuan dari pengunduran dirinya adalah suatu langkah awal menuju Pilkada Mamuju 2020 yang akan datang. Dan setelah penyerahan surat pengunduran dirinya kepada Sekda sebagai Pembina Kepegawaian Tertinggi di Kab Mamuju Tina akan nenghadap Bupati Mamuju sebagai atasan untuk membicarakan maksud dan tujuan mundur sebagai ASN sekaligus sebagai Kepala Dinas Perdagangan Kab Mamuju.

"Terkait pengunduran diri Saya tergantung Bapak Bupati, apakah akan mengangkat Pejabat Pelaksana Tugas Kadis Perdagangan atau menunggu pelantikan pejabat baru yang akan datang itu wewenang Bapak Bupati" Kata Tina Suhardi sembari pamit untuk berlalu***(Muhammad Nur)

Jumat, 13 September 2019

Irjen Firli Bauri Ketua KPK Yang Baru



 Komisi III DPR RI telah merampungkan Pemilihan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 Setelah melalui proses pemungutan suara oleh 56 Orang anggota Komisi III DPR RI akhirnya pada Jumat, 13 September 2019 terpilih 5 (lima) Orang Pimpinan KPK masa bhakti 2019-2023 dan Irjen Firli terpilih sebagai Ketua KPK yang baru.

 Ini daftar 5 (lima) Orang unsur Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru berikut ini:

 1. Firli Bauri ( Polri) 56 Suara.
2. Alexander Marwata (Komisioner KPK) 53 Suara;
3. Nurul Gufron (Dosen) 51 Suara;
4. Nawawi Pomolango (Hakim) 50 Suara;
5. Lili Pintauli Siregar (Advokat) 44 Suara.

Foto Sumatera deadline

Kamis, 12 September 2019

Eksepsi Dewan Pers Ditolak Pengadilan Tinggi, Senator DPD RI: Dewan Pers Harus Patuh Hukum



KOPI, Jakarta - Putusan banding atas perkara gugatan PMH Dewan Pers oleh sejumlah pekerja pers telah dirilis Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, kemarin Selasa, 10 September 2019. Dalam keputusannya tertanggal 29 Agustus tersebut, Majelis Hakim Banding menyatakan menerima Permohonan Banding pembanding semula penggugat dan membatalkan keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pengadilan Tinggi juga memutuskan menolak eksepsi yang disampaikan Dewan Pers atas gugatan PMH yang dilayangkan penggugat, PPWI dan SPRI.

Terkait dengan hal itu, Senator DPD RI asal Aceh, Fachrul Razi, MIP menyatakan bahwa keputusan tersebut bernilai posistif bagi upaya memelihara kemerdekaan pers di tanah air. Karena, lanjut Fachrul, dengan penolakan atas segala argumentasi hukum yang diajukan Dewan Pers di persidangan tingkat pertama yang pada intinya mereka menyatakan berkewenangan membuat aturan di bidang pers, maka dengan putusan Pengadilan, eksepsi Dewan Pers tersebut dinyatakan ditolak.

Pernyataan ini disampaikan Senator Fachrul Razi saat dimintai tanggapannya atas hasil Permohonan Banding yang diajukan dua organisasi pers ke PT DKI Jakarta. "Ya, menurut saya ini satu perkembangan bagus untuk Pers Indonesia kedepannya. Dengan keluarnya keputusan Pengadilan di tingkat banding yang membatalkan keputusan Pengadilan di tingkat pertama, serta menolak eksepsi Dewan Pers, maka lembaga Dewan Pers sebagai tergugat tidak punya kewenangan atau legalitas mengeluarkan kebijakan yang mengikat secara eksternal. Dia hanya boleh membuat peraturan bagi internalnya saja,' ujar Fachrul Razi, Rabu, 11 September 2019.

Bagaimana jika Dewan Pers tetap melanjutkan kebijakan-kebijakan dan bahkan membuat kebijakan baru? Tanya wartawan. "Boleh saja, tidak masalah, sepanjang itu hanya untuk internal lembaganya saja, tidak mengikat keluar, apalagi mengatur-atur instansi lain, seperti Kementerian, Pemda, TNI, Polri, maupun lembaga swasta," imbuh Fachrul.

Kalau Dewan Pers membandel? "Ya, saya himbau Dewan Pers taat hukumlah, jangan seperti anak kecil, bandel dan nakal, berikan contoh yang baik kepada publik," pungkas senator yang terkenal vokal itu.

Sementara secara terpisah, Ketua Umum PPWI menyatakan keprihatinannya atas masalah kebijakan Dewan Pers yang dinilai cacad hukum itu. "Pengadilan sudah menyatakan bahwa eksepsi, berbentuk argumen-argumen hukum yang disampaikan Dewan Pers sebagai sanggahan atas gugatan PMH kita sudah ditolak Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Jadi, secara hukum apa yang dilakukan Dewan Pers, antara lain soal kewajiban UKW, verifikasi media, dan lain-lain, itu merupakan pelanggaran hukum. Minimal mereka melakukan sesuatu yang melampaui kewenangannya. UKW urusan BNSP, legalitas media urusan Menkumham, keanggotaan dan keabsahan wartawan urusan organisasi pers masing-masing anggota. Bukan kewenangan Dewan Pers. Mereka tidak mengerti UU No 40 tahun 1999 tentang Pers, mereka menafsirkan sesuka hati saja," urai lulusan PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.

Namun, Wilson juga menyatakan bahwa dirinya merasa kasihan dengan Dewan Pers yang selama ini terindikasi jadi kuda tunggangan organisasi tertentu. "Coba Anda lihat pemberitaan hari ini, ada press release dari PWI, semoga itu bukan palsu. Heran, yang berperkara Dewan Pers, tapi yang sibuk PWI, ada apa itu? Apakah PWI sudah berubah fungsi jadi Biro Humas Dewan Pers? Harapan saya, Dewan Pers 'mbokya' sadarlah, Anda itu selama ini dijadikan kuda beban oleh oknum PWI, agar proyek UKW yang jadi lahan garapan oknum PWI selama ini jangan terganggu," jelas Wilson yang juga menjabat sebagai Sekjen Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21 (Kappija-21) itu. (APL/Red)

Senin, 09 September 2019

Peserta Program Sakura Science Ikuti Pre-depature Orientation


Jakarta– Sejumlah siswa Indonesia akan diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti Program Sakura Science selama 8 hari, dari tanggal 24 hingga 31 Oktober 2019 mendatang.

Dalam rangka persiapan pemberangkatan tersebut, para peserta yang terdiri atas 2 orang siswa SMK, 7 orang siswa SMA, dan 3 orang mahasiswa itu, mengikuti kegiatan Pre-departure Orientation Program atau pembekalan menjelang pemberangkatan. Kegiatan pembekalan ini berlangsung sehari bertempat di SMKN 24 Jakarta Timur, Sabtu, 7 September 2019.

Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 wib itu diprakarsai dan dilaksanakan oleh Pengurus Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21 (Kapiija-21). Pada acara pembukaan kegiatan yang turut dihadiri para orang tua dari masing-masing peserta, koordinator program menyampaikan berbagai hal yang perlu diketahui para siswa.

“Pre-departure Orientation Program ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pengetahuan awal tentang Program Sakura Science dan budaya masyarakat Jepang, sponsorship program yakni Development Association of Youtleaders (DAY) Japan, serta Kappija-21,” jelas Yusron Fuadi, salah satu koordinator program Sakura tersebut.

 Sementara itu, Presiden Kappija-21, Mulyono Lodji, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang terpilih mengikut Program Sakura Science ini.

“Atas nama Kappija-21, saya mengucapkan selamat kepada para siswa yang terpilih sebagai peserta Program Sakura yang disponsori oleh Jepang ini.
Kesepampat yang sangat langka tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menimba ilmu, pengetahuan, dan wawasan, serta mengembangkan jejaring pertemanan di tataran global, khususnya dengan generasi muda Jepang,” jelas Mulyono sambil memberikan gambaran tentang kehidupan orang Jepang yang sangat disiplin, ramah, hormat, dan peduli dengan lingkungan.


 Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari Dinas Pendidikan, Sugiarto, yang kebetulan anaknya juga menjadi salah satu peserta program Sakura tahun 2019 ini, menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas pelaksanaan acara pembekalan dimaksud.

“Acara Pre-departure Orientation ini penting sekali dalam rangka mempersiapkan para peserta sebelum berangkat ke Jepang. Kami dari Dinas Pendidikan Jakarta Timur menyampaikan terima kasih kepada Kappija-21 yang telah mengadakan acara ini, semoga para peserta program dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum berangkat,” kata Sugiarto.

 Adapun materi pembekalan yang diberikan kepada para peserta antara lain terkait pengenalan diri masing-masing peserta, team building, pengenalan percakapan sederhana Bahasa Jepang, pelatihan pembuatan laporan kegiatan, dan latihan seni-budaya dalam bentuk Tarian Maumere dan lagu Jepang, Mira’e.

Seluruh peserta terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan itu, bahkan hingga kegiatan dinyatakan selesai sekira pukul 16.00 wib, para peserta masih berlama-lama di tempat kegiatan.

 Sekali lagi, Kappija-21 menyampaikan selamat kepada semua peserta Program Sakura Science tahun 2019, atas nama:

 1. Achmad Ichsan Rahadian
 2. Kaylilla Kireinahana
3. Rizqa Karima
4. Muhammad Jihad Arsy Gani
5. Adjeng Faricka Khamidah
6. Muhammad Rizky Utomo
7. Vicky Narita Mucha
8. Dhabita Zahraa Puteri Gathmir
9. Dhiva Althaf Pratama
10. Farrel A Izza
11. Tegar Dwikusuma Sugiato
12. Inas Zharifah
13. Anisa Fathonah
14. Raden Irham Nurfi Satrio
15. Angga Desmawan Putra Lalengke. (APL/Red)

Minggu, 08 September 2019

Meriahkan HUT Ke-74 RI, PPWI Pulpis Gelar Turnamen Badminton PPWI Cup


KOPI, Pulang Pisau - Dalam rangka ikut serta memeriahkan HUT ke-74 Republik Indonesia, Dewan Pengurus Cabang Persatuan Pewarta warga Indonesia Kabupaten Pulang Pisau (DPC PPWI Pulpis), bekerjasama dengan Polres Pulang Pisau, melaksanakan Turnament Badminton PPWI CUP tahun 2019.

Kegiatan yang dilaksanakan dan disponsori oleh PPWI Pulang Pisau ini berlangsung di Desa Anjir Pulang Pisau, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau.

 Masyarakat, khususnya para atlit Bulu Tangkis yang tergabung dalam PBSI Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, sangat antusias mengikuti turnamen ini. Warga masyarakat umum penghobi olah raga bergengsi ini, juga ikut meramaikan pertandingan.

Betapa tidak, sejak dimulainya pendaftaran hingga sampai pada acara pembukaan, antusiasme para peserta terlihat tetap tinggi. Data yang berhasil dihimpun media ini di lapangan tanggal 27/8 para peserta yang mendaftarkan diri sebagai peserta pertandingan mencapai 60 orang.

 Ketua DPC PPWI Kabupaten Pulang Pisau, Riduan A. Karim, kepada media ini menuturkan bahwa selain ikut serta memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk menjaring generasi muda yang berbakat.

Dengan demikian, kata Riduan, kedepanya diharapkan bisa menjadi atlit bulu tangkis yang berprestasi dan bisa mengharumkan Bumi Handep Hapakat di kancah provinsi bahkan di tingkat nasional.

 "Turnamen PPWI CUP ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan perhatian kami segenap Pengurus PPWI Pulang Pisau kepada perkembangan dan kemajuan Bulu Tangkis di Kabupaten Pulang Pisau, yang mana diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini bisa memberikan motivasi kepada para pemain yang tergabung dalam PBSI Kabupaten Pulang Pisau, maupun dari masyarakat umum agar bisa menyalurkan bakat dan kemampuanya dalam Turnamen Bergengsi ini,” terang Riduan, 28 Agustus 2019.

 Selain itu, kata Ketua PPWI Pulpis ini, kegiatan serupa akan tetap dilaksanakan di setiap tahunya. "Semoga saja Pemkab Pulang Pisau selalu mendukung Program PPWI, sehingga kegiatan positif seperti ini bisa dilakukan secara rutin.

Bahkan harapan kami Pemkab Pulang Pisau bisa melakukan pembinaan lebih baik lagi," tutur Riduan.

 Pada kesempatan yang sama, Kapolres Pulang Pisau, AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada, melalui Kapolsek Kahayan Hilir, Iptu Sugiharo, SH saat membuka Turnamen PPWI CUP 2019 tingkat Kecamatan Kahayan Hilir tersebut mengatakan pihaknya mendukung penuh ajang PPWI CUP 2019.

"Kami sangat mendukung program yang dimotori rekan-rekan PPWI Pulpis ini. Bahkan kami berharap kegiatan seperti ini agar bisa dilaksanakan secara kontinyu. Atas nama Polres Pulang Pisau, kami berharap kegiatan ini bisa melahirkan bibit Atlit Bulu tangkis yang bisa diandalkan," papar Sugiharo.

 Lebih jauh Sugi, sapaan akrabnya, mengatakan pihaknya akan membantu jalanya pelaksanaan PPWI CUP, baik secara moril maupun materi sebagai motivator bagi para peserta.

 "Saya sampaikan kepada para peserta, nanti pada saat final dan penutupan acara ini, kami akan memberikan bonus kepada para pemenang," pungkas Kapolsek Sugi. (RDN/Red)

Jumat, 06 September 2019

Presiden Buka Festival Keraton Nusantara Ke XIII Tanah Luwu Tahun 2019




 Kota Palopo di Provinsi Sulawesi Selatan akan menjadi tuan rumah Festival Keraton Nusantara ke-XIII Tanah Luwu,dan akan dibuka pada tanggal 9 september dan akan berlangsung sampai dengan 13 September 2019. Acara tahunan ini  sesuai rencana akan dihadiri oleh 200 Raja senusantara dan luar negeri yang akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo.

 Diperkirakan oleh berbagai kalangan di Luwu, sekitar puluhan ribu pengunjung akan datang dari berbagai daerah di Luwu dan diluar tanah Luwu, untuk menyaksikan berbagai item kegiatan yang akan digelar di Festival yang baru pertama kali diadakan di Tanah Luwu.


 "Berdasarakan undangan yang saya terima dari Panitia, acara Pembukaan Festival akan dilaksanakan di Kota Palopo pada tanggal 9 September 2019 dan akan dibuka oleh Bpk Presiden" sebut Andi Gamama salah seorang masyarakat Luwu.

Pada bagian lain Andi Gamama mengatakan bahwa;

 "Undangan untuk Pembukaan Festival sudah diterima, agar lebih jelas saya kirimkan lewat Wa ya" sebutnya.



 Adapun susunan acara yang akan berlangsung pada pembukaan Festival KeratonNusantara;

 □ 13.45-14.00 Kesenian Penjemputan;
 □ 14.00-14.20 Presiden dan Rombongan. Datu dan Dewan Adat Seppulo Dua, beserta para Raja/ Datu, Pelingsir dan Permaisuri, tamu VVIP dan VIV menempati trubun utama;
 □ 14.20-14.25 Laporan Ketua Panitia;
□ 14.25-14.40 Sambutan Sekjen FKIKN; □ 14.40-15.00 Sambutan Gubernur Sulawesi Selatan;
□ 15.00-15.30 Sambutah Presiden RI sekaligus membuka acara;
□ 15.30-16.00 Persembahan Taruan Kolosal,
□ 16 00-18.00 Kirab Agung.

 Keraton sebagai sumber kebudayaan telah melahirkan karya-karya seni yang luhur sebagai pencerminan identitas budaya Bangsa dan sebagai asset Nasional. Festival Keraton Nusantara tentu telah dimasukkan dalam even parawisata nasional untuk mendorong kunjungan wisatawan ke Tanah Luwu***

(Muhammad Nur)