Senin, 21 Desember 2020

SECUIL CATATAN DARI REUNI KELUARGA TRANSMIGRASI SULSELBAR

OLEH IR.H. TAMZIL TAJUDDIN, M.Si.
Tanggal 19 Desember 2020 adalah moment yg melahirkan kebahagian dan sejarah bagi kita semua, bagi saya, anda dan kita yg pernah terlibat dan melibatkan diri bagi penyelenggaraan transmigrasi di Sulsel dan Sulbar.
Hari itu kita merakit sebuah rumah yg namanya *Paguyuban Transmigrasi Sulselbar* dimana kita semua masuk dan menjadi penghuni rumah ini. Rumah ini kita bangun bukan melalui proses yg instan, tetapi melalui proses yg panjang dan juga melelahkan, kadang dgn tawa canda yg renyah tapi tidak jarang juga dgn sedikit emosi sesaat, tapi semuanya dilandasi dgn satu tekad utk membangun rumah bersama ini, perlahan-lahan satu demi satu teman-teman yang sudah berpencar ke seantero negeri setelah berpisah selama puluhan tahun mulai dilacak keberadaanya, sedikit demi sedikit pula yg bergabung dalam group WA ini.
Dari obrolan WA (yg kadang ngalor ngidul.. haahaaa) akhirnya disepakati utk menyelenggaralan reuni yg diawaki oleh Panitia yg dikomandani oleh Pak Idham Hasib. Dedikasi yg luar biasa dari Panitia yg dikomandoi oleh Pak Idham Hasib, dibantu oleh teman-teman lainya, Ibu Endang, ibu Sumiaty Chalik, Pak S.Kamal, Ibu Ida Supeni, Pak Hasyim, Pak Yani, Pak Panca, dan yg lainnya (mohon maaf kalau saya tdk sempat sebut namanya, insya Allah Tuhan yg balas). Anda telah menorehkan hasil yang luar biasa.
Atas nama teman- teman semua, baik yg ada dlm Grup WA ini maupun yg masih ada diluar sana menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Panitia yg telah mengatur acara kemarin dgn apik sesuai Protokol Kesehatan. Saya dan juga Pak Arifin yg “didaulat” menjadi Ketua dan Wakil Ketua sesungguhnya menjadi terharu dan juga surprise atas amanah dan tanggungjawab ini.
Tapi *Demi Allah* kalau bukan karena saya merasa lahir dan dilahirkan oleh transmigrasi, berat utuk menerima amanah ini. Saya takut untuk menjadi anak durhaka, kasiaaaan.
Tapi satu hal yg membanggakan dan saya mengucapkan Bismillah untuk amanah ini, karena saya melihat ekspresi yg terbersit dari raut wajah teman-teman yang hadir semuanya memancarkan harapan bahwa kita semua ingin menjadikan rumah (baca: paguyuban) ini sebagai rumah kita bersama. Artinya kita semua harus menjaga, merawat, dan bertanggungjawab akan kelestarian rumah ini.
Saya dan Pak Arifin hanya simbol administratif saja. Bahwa rumah ini akan menjadi awet kokoh nyaman ataukah cepat rapuh, semuanya ada dalam genggaman kita bersama. Mari kita bangun dan memasuki rumah kita ini dengan memegang ajaran leluhur di tanah bugis makassar mandar dan toraja *padaidi padaelo sipatuo sipatokkong... mali siparappe malilu sipakainge. l
Sekali lagi terima kasih kepada Pak Idham and his crew yg telah merancang acara ini dgn sukses dan baik sekali, begitu pula kepada teman-teman yang berkesempatan hadir maupun yg tdk hadir tapi tetap mensupport acara kita. Saya dan Pak Arifin senantiasa terbuka untuk menerima saran, pendapat, dan juga kritikan dari teman2 semuanya..(tojeng-tojeng ka’ ini nah).***

Minggu, 20 Desember 2020

BERITA DALAM GAMBAR REUNI DAN SILATURRAHMI SERTA PEMBENTUKAN PEGUYUBAN PURNABHAKTI EKS DITJEN TRANSMIGRASI SULAWESI SELATAN

ADV, MAMUJU - Reuni dan Silaturahmni Ikatan Keluarga Transmigrasi Sulawesi Selatan dan Barat yang terdiri dari para purnabhakti dan beberapa Orang yang masih aktif sebagai Aparatur sipil Negara Eks Ditjen Transmigrasi yang pernah bertugas di Kanwil Departemen Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Reuni dan Silaturahmi masih dalam susana HBT ( Hari Bhakti Transmigrasi ke - 70 dengan mengambil tempat di Hotel Maleo Jl Pelita Kota Makassar pada Hari Sabtu, tanggal 19 Desember 2020.
Acara Reuni dan silaturahmi hanya diikuti oleh 50 orang wakil peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia besarnya animo para purnabhakti sangat tinggi namun karena masih dalam susana pandemi corona maka jumlah peserta dibatasi, karena Panitia telah berkomitmen menyelenggarakan Acara ini dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, sangat mempertikan pesan ibu 3 M ( Memakai masker, menjaga jarak aman, mencuci tangan dengan air mengalir dengan menggunakan sabun.
Acara diawali jam 07.00 Wita dengan kumpul bareng di Cafe Hai Hong Jalan Pelita Raya sembari menghirup kopi hitam dipagi hari sedap nian, peserta reuni dengan pakaian seragam kebesaran family trans jalan santai bersama dengan reute menuju hotel maleo, lalu membelok kekiri Jln Pettarani kemudian ke- jln sungai saddang dan kembali ke hotel Maleo dimana acara segera digelar.
Acara dibuka jam 7.30 dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya yang kemudian disusul dengan mars transmigrasi lalu dilanjutkan dengan laporan dan sepata kata dari ketua panitia penyelenggara.
Ketua panitia penyelenggara Ir, H. Idham Hasib, M.Si., dalam kata sambutannya melaporkan tentang latar belakang terselenggaranya reuni dan silaturahmi, belia berharap agar reuni dan silaturahmi para purnabhakti di Hari Bhakti Transmigrasi tidak hanya dijadikan sebagai seremoni ajang reuni dan silaturahmi belaka namun juga bisa menjadi momentum untuk memberikan dorongan dan bahan masukan bagi terselenggaranya transmigrasi yang baik serta momentum dalam rangka ikut berpartisipasi memajukan ekonomi dan pembangunan di daerah transmigrasi.
Bupati Mamuju Tengah H. Aras Tammauni dan Kepala Balai a.n Dirjen Transmigrasi dalam kata sambutannya mengungkap tentang kilas balik penyelenggaraan transmigrasi di Kabupaten Mamuju secara gamblang dan terarah mengungkap sisi terang tentang penyelenggaran transmigrasi dan manfaatnya bagi daerah pengirim dan penerima transmigran yang datang dari daerah asal seperti dari Pulau Jawa, Bali dan NTT.
Bupati Mateng H. Aras Tammauni oleh ikatan keluarga besar Transmigrasi sulawesi selatan dan barat memberi penghargaan karena jasa dan kiprahnya dalam penyelenggaraan transmigrasi " Sebagai Tokoh Masyarakat yang berperan dalam mensukseskan pembangunan transmigrasi di Kabupaten Mamuju ".
Acara resmi dari reuni ini berakhir pada jam 12.30 Wita dilanjutkan dengan pemilihan ketua dan wakil ketua peguyuban kelurga transmigrasi sulselbar dan secara aklamasi memilih Ir. H. Tamzil Tajuddin, M.Si.,. dan H. Muhammad Arifin H, S.H., yang kemudian akan menunjuk Team Formatur untuk melengkapi susunan pengurus. Acara hiburan dikemas dalam bentuk bebas berekspresi dalam hiburan nyanyi, tari dan joget ala peserta yang datang dari berbagai daerah, ada dari Nusa Tenggara Barat, Jakarta, Luwu raya, Mamuju dan Mamuju Tengah. Kepada 10 peserta yang beruntung mendapatkan dorprize dari panitia penyelenggara.
Panitia juga menyelenggarakan penilaian komunikator terheboh dan terhebring via Grup WA Family Trans dan terpilih 3 pemenang dan berhak mendapatkan hadiah yang lumayan bagus melebihi ekspektasi, ketiga pemenang itu adalah Muhammad Nur dari Mamuju,Lilis Yulianti dari Nusa Tenggara Barat dan Suparmi dari Luwu Raya.
Setelah jam menunjukkan pukul 16.00 Wita seluruh rangkaian acara telah berakhir dengan membawa kesan yang teramat dalam bertemu dengan teman lama yang sudah berpisah sekian tahun, berbagi cerita dalam kurung waktu yang singkat , mereka kembali kedaerah masing- masing membawa kenangan manis yang tak bisa dilupakan, mereka berharap mereka bertemu kembali dalam suasana yang lebih indah di tahun depan. Mabuhai, adios.***