Senin, 18 Februari 2013

ANOA FAUNA LANGKAH KHAS SULAWESI SUDAH HAMPIR PUNAH

 Anoa  foto : kompasiana

ANOA KERBAU MINI KHAS SULAWESI.

Anoa bentuknya menyerupai kerbau tapi mini bentuk tubuhnya seperti rusa, habitatnya hanya ada di Sulawesi, terutama di sulawesi tenggara dan sulawesi tengah, warnanya coklat kehitam-hitaman. Anoa terdiri dari species yaitu Anoa pegunungan nama latinnya ( bubalus quarlesi ) dan Anoa  daratan rendah ( Bubalus depressicornis ), kedua jenis ini termasuk binatang liar yang sangat peka terhadap kehadiran makhluk lain.

Satwa liar ini hidupnya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain yang persediaan makanan cukup dan belum terjamah oleh manusia, sejak tahun 1960 kerbau mini ini sudah hampir punah dari habitatnya diperkirakan waktu itu masih tersisa 5000 ekor yang tersebar di beberapa tempat di Sulawesi. Binatang ini sering diburu untuk dimakan dagingnya, tanduk dan kulitnya dijual untuk keperluan aksesoris dan perlengakapan yang terbuat dari kulit, seperti tas ikat pinggang dan dompet

ANOA PEGUNUNGAN DAN ANOA DARATAN RENDAH

Kedua jenis anoa ini tidak jauh berbeda, baik bentuk maupun fisiknya, rata-rata berat anoa antara 150-300 Kg. Anoa berkembang biak dengan melahirkan anaknya sekali dalam setahun.
Antara Anoa pegunungan dan anoa daratan tak ada perbedaan yang menyolok, kalau Anoa daratan bulunya agak kehitam-hitaman dan nampak agak mengkilat dan lebih besar daripada Anoa pegunungan, sedang Anoa pegunungan warna bulunya agak kecoklatan.

Anoa daratan renda yang hidup di hutan tropis suka memakan pucuk dedaunan dan minum air yang mengandung garam, kebiasaan lain binatang ini berkubang,  sehingga biasa didapati juga disekitar rawa-rawa,  Anoa kerap meruncingkan tanduknya dengan menggosok-gosoknya dibatu, sebagai alat untuk menghadapi musuh.

Anoa pegunungan yang hidupnya di hutan daerah pegunungan mempunyai kebiasaan yang hampir sama dengan Anoa daratan, hanya hidupnya di sekitar pegunungan dan bentuk bulunya  dan perawakan saja yang sedikit berbeda.

SAYA PERNAH MEMELIHARA BINATANG INI

Waktu saya bertugas di Pemukiman Transmigrasi saya pernah punya anak anoa, yang di berikan oleh Warga Transmigran yang kebetulan sedang mencari rotan di hutan daerah pegunungan, mungkin anak Anoa ditinggal oleh anggota keluarganya dan ditemukan oleh warga.

Walaupun dia masih anakan sebesar anak kambing tapi gesitnya luar biasa, setiap saya memberi makanan dan memberinya susu dengan menyuapi dia pasti meronta dan menendang saya, walaupun saya menenangkannya namun tetap saja tak dapat di jinakkan, jangankan makan minumpun susupun sulit padahal saya ini hobby loh piara bintang dan burung-burung seperti kenari.

Setelah 4 hari tak ada perkembangan yang berarti tetap saja tak mau makan, daripada mati percuma saya menyuruh orang untuk melepaskannya kembali kehabitatnya yang asli, konon kabarnya Anoa ini tak dapat hidup dan berkembang bila disekelilingnya ada orang atau hewan lain.

POPULASI ANOA TERANCAM PUNAH

Anak anoa yang telah saya lepaskan ke habitat aslinya, adalah anoa terakhir yang pernah saya lihat, karena setelah saya kembali bertugas di Kota binatang ini tak pernah saya temukan lagi, padahal saya tinggal di habitat aslinya Sulawesi. Kalau di kebun binatang mungkin ada tapi saya jarang Holiday ke kebun binatang takut sama singa.

Saya berusaha mencari imformasi tentang fauna langkah ini, dan akhirnya saya temukan di Hot Tread at Kaskus :

Dari penelitian yang dilakukan oleh Badan Konservasi dan sumber daya Provinsi Sulawesi Tenggara (BKSD) bahwa Fauna langkah Anoa hanya bisa ditemukan di kawasan cagar alam di daerah hutan pegunungan lambusango Kab.Buton dan dikawasan taman nasional Rawa aopa watumohai yang terletak di 3 Kabupaten yaitu Konawe selatan, bombana dan kolaka, akibat penyerobotan lahan hutan Anoa punah dari habitatnya.

Pihak BKSD  Sulawesi tenggara pada tahun 2000,  pernah berusaha menangkarkan satwa liar ini, sayang satwa ini sulit untuk berkembang biak penangkaran usaha inipun gagal.

NAMA ANOA DIABADIKAN PADA KENDARAAN TEMPUR BUATAN PINDAD.

Tahukah Anda bahwa Nama Anoa telah diabadikan untuk kendaraan militer lapis baja buatan PINDAD  APS 3 , jenis kendaraan Pindad Anoa 4×4 kendaraan taktis beroda 4 jenis Armoured Personnel karier. Pindad Anoa 6 x 6 beroda 6, dan Pindad Anoa cannon 4, kendaraan panser lapis yang menggunakan senjata canon berkaliber 90 cm dan dilengkapi dengan senapan mesin coaxcial  7,62 mm, dilengkapi dengan perangkat komunikasi intercom set VHF/FM anti jamming dan berkemampuan hoping chanel, panser ini juga di lengkapi teropong malam ( night vision google ) GPS dan perangkat sensor senjata.

Akankah binatang Anoa punah dari habitatnya dan digantikan oleh panser ? hanya tinggal menunggu
waktu saja apabila masyarakat tidak menghentikan pemalakan hutan dan pemerintah setempat tidak bertindak tegas terhadap penyerobotan hutan di habitat asli Anoa**

1 komentar:

  1. PARTAI DEMOKRAT mengabaikan hasil survei yang menunjukkan semakin menurunnya elektabilitas partai tersebut. Lembaga Survei Jakarta (LSJ), Selasa (19/2) baru saja merilis bahwa tingkat keterpilihan Demokrat melorot hingga 6,3 persen.

    "Biarin aja, tapi kami percaya tidak semua survei mengatakan begitu. Setiap hari ada survei, nggak perlu ditanggapi lah," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, Selasa (19/2).

    Sikap itu, kata dia, terlebih lagi setelah melihat responden LSJ hanya sedikit. Hal itu, menurutnya, tidak mencerminkan pendapat semua masyarakat Indonesia. "Besok juga bakal ada yang ngomong 3 koma, 2 koma. Biarin aja," ujarnya.

    Mubarok optimistis realisasi dari kesepakatan kader Demokrat pada rapat pimpinan nasional kemarin akan memberikan efek positif bagi elektabilitas Demokrat. Meski dibutuhkan waktu yang tidak singkat untuk merealisasikannya. "Rapimnas kan targetnya ntar enam bulan. Kalau sudah enam bulan nanti kita baru bisa lihat," jelas Mubarok.

    Jajak pendapat LSJ dilakukan pada 9 Februari hingga 15 Februari 2013 di 33 provinsi dengan mengambil sampel sebanyak 1.225 responden. Margin of error-nya 2,8 persen dan level of confidence 95 persen. Populasi dari jajak pendapat adalah seluruh penduduk Indonesia yang telah memiliki hak pilih.

    Pengumpulan data dilakukan dengan metode teknik wawancara dengan responden berpedoman pada kuesioner. Secara keseluruhan, LSJ menunjukkan elektabilitas tertinggi diraih Partai Golkar dengan angka 18,5 persen. Peringkat kedua, PDIP 16,5 persen. Diikuti Partai Gerindra dengan perolehan 10,3 persen.

    Untuk Partai Demokrat terjun bebas ke angka 6,3 persen. Kemudian peringkat ke lima Partai Hanura 5,8 persen, diikuti Partai Nasdem 4,5 persen. Sedangkan PKS harus rela dengan elektabilitas 2,6 persen. Kemudian
    PAN 2,5 persen, PPP 2,4 persen, dan PKB 1,8 persen

    BalasHapus