Minggu, 10 Maret 2013

KEPERAWANAN DAN SEKS BEBAS MASYARAKAT ADAT KREUNG

13425060902130986543
Ilustrasi Desa Kreung ( foto : scip.be),

RAGAM BUDAYA BACAAN KHUSUS ORANG DEWASA.

OLEH : MUHAMMAD NUR.

Seks bebas kalimat ini dapat membuat bulu kuduk merinding, merinding karena jijik atau merinding karena terkontaminasi dimaklumi bahwa kata seks bebas dalam sebuah peradaban bukanlah hal yang biasa dan lumrah apalagi kalau sudah dijadikan sebagai kebiasaan yang akhirnya menjadi sebuah budaya.

Daily Mail, Selasa 17 Juli 2012 merilis bahwa disebuah Desa dan masyarakat Adat bernama Kreung di Negeri Kamboja memiliki adat istiadat yang sangat Aneh dan tidak terdapat di desa-desa dan masyarakat adat lainnya.

Diyakini bahwa setiap Negeri dan daerah mempunyai adat istiadat yang berbeda-beda tapi perbedaan antara satu dengan daerah lainnya tidaklah terlalu ekstrim seperti Masyarakat Adat Kreung yang sangat Unik dan aneh karena mengedepankan Seks sebelum nikah sebagai kebiasaan turun temurun yang sudah jadi tradisi di Desa ini.

Unik dan Aneh karena anak Wanita yang sudah beranjak dewasa diperbolehkan oleh adat untuk melakukan hubungan seks dengan pria yang bukan suaminya, bahkan Orang Tua sang gadis remaja memfasilitasi dengan membuat rumah khusus diantara rumah-rumah lainnya yang lasim disebut sebagai Gubuk Cinta.
1342506397222756682
Kreung di Gubuk Cinta ( foto :yenlythach.blogspot.com)

Gubuk Cinta dibangun dengan harapan bahwa si anak gadis dapat dengan mudah dan leluasa mencari dan menentukan siapa pria yang cocok dan pantas untuk menjadi calon pendampingnya sebagai suami kelak. Seiring dengan perkembangan zaman masyarakat Kreung telah mengenal alat-alat kontrasepsi tentu untuk mencegahagar agar dalam menjalani tradisi tidak terjadi kehamilan sebelum menikah.
Menurut sumber, seorang gadis muda berusia 17 tahun bernama Nang Chan, meyakini bahwa merasakan adanya kesetaraan dengan pria dimana Dia menghabiskan waktu untuk tinggal dan melakukan aktifitas ritual di gubuk cinta yang dibangun ayahnya.

“Gubuk ini memberikan kami kebebasan dan jalan yang baik untuk mencari jodoh. Bila saya menemukan seorang pacar dan kami akan saling mencintai dan melakukan hubungan seks di gubuk saya,” ujar Chan ( dikutip dari Okezone 17/7/02).
“Namun bila saya berhenti mencintainya dan mencari pria lain yang lebih atraktif, saya akan berhenti bercinta dengan pacar saya.” imbuhnya.

13425065961918153070
Ilustrasi Wanita Kamboja ( foto :article.wn.com)

Yang melegakan, karena menurut masyarakat Kreung bahwa dalam masyarakat adat nyaris tidak terdapat kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seks dan perceraian dalam kehidupan keluarga mereka, itu karena setiap wanita dapat mencoba dan menetukan dengan pria mana yang dianggapnya paling sesuai dan nyaman untuk pendamping hidupnya.

Unik dan Aneh serta bertentangan dengan kepercayaan dan cultur di Negara-Negara Dunia lainnya, bahwa kebiasaan masyarakat adat Kreung di Kamboja bertentangan dangan norma-norma yang berlaku, hanya untuk menambah wawasan pengetahuan tentang berbagai ragam budaya di dunia karena ini memang ada, tidak untuk ditiru apalagi dilakukan dimana seks dan keperawanan merupakan hal yang tabu dan melanggar norma, tutup mata dan telinga untuk budaya seperti ini !****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar