Sabtu, 11 Mei 2013

SELAMAT ULANG TAHUN KE-31 PDAM TIRTA MANAKARRA MAMUJU

 Mariah Carey " Hero "

BADAN PENGAWAS PDAM TIRTA MANAKARRA MAMUJU
MENGUCAPKAN



SELAMAT ULANG TAHUN KE-31 PDAM TIRTA MANAKARRA MAMUJU
TANGGAL 10 MEI 2013



DI ULANG TAHUN NYA INI PDAM TIRTA MANAKARRA AKAN SEGERA MENGGUNAKAN
SISTIM PEMBACAAN METERAN
DENGAN TEKNOLOGIE IT ( KOMPUTERISASI )
YANG KE 3 DI INDONESIA SETELAH
  1. BANJARMASIN 
  2. PROBOLINGGO
  3. MAMUJU 
SEMOGA DITAHUN TAHUN AKAN DATANG PDAM SEMAKIN MAJU DAN BERHASIL MEMUASKAN PELANGGANNYA.

Mamuju tanggal 10 Mei 2013 

BADAN PENGAWAS 


5 komentar:

  1. air adalah sumber kehidupan yang sangat bermafaat bagi kelansungan ummat manusia di seluruh dunia, namun hal demkiian sering kali di sepelehkan . ahinya terkadang membawa bencana . seperti banjir bandang dan kekeringan di suatu daerah .saudaraku dimana saja berada, khususnya mamuju semoga masyarakat sadar akan pentinya setetes air . dan sedapat mungkin kita selalu menjaga hutan di sekeliling kita agar senantiasa ada kantong kantong resapan, yang memungkinkan berlanjutnya sebuah kehidupan yang berkelanjutan di masa yang akan datang .

    BalasHapus
  2. Dikala sang surya mulai memancarkan sinarnya Disaat itu pula rembulan berhenti bercahaya Membuat kita lupa bahwa kita semakin dewasa Seiring berjalanya waktu… Bagai panah yang lepas dari busurnya itulah usia kita…. yang selalu bertambah dan takkan pernah kembali…. Sesuatu yang telah terjadi di masa lalu… Takkan mungkin terulang kembali… Walapun kadang ingin kita ulangi, Suatu kejadian yang terlalu indah untuk dilupakan Sahabatku orang tuaku sekailigus pemimpinku…… Tiada kado yang lebih berharga dihari ulang tahun ini Selain kata selamat ulang tahun Tiada do’a yang bisa kupanjatkan Selain do’a semoga panjang umur dan bahagia Tiada harapan yang bisa kurangkai dengan indah Selain harapan Kedewasaan dalam hal memimpin untuk mengantarkan MAMUJU DAN SULBAR menuju Kesuksesan Untukmu SANG PEMIMPIN , Keluarga dan sahabat yang selalu aku cintai, WASSALAM

    BalasHapus
  3. TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Syarief Hasan dan sang istri Ingrid Kansil merasa menjadi korban atas isu yang bergulir di media sosial twitter. Ingrid Kansil yang merupakan istri ke-3, dikabarkan berselingkuh dengan putra kandung Syarief Hasan. Isu tersebut digulirkan lewat media sosial Twitter atas nama akun @Triomacan2000.

    “Saya katakan kalau ini benar apapun saya pertaruhkan. Mau minta apapun saya kasih. Kalau ada yang bisa buktikan apapun yang saya minta saya turuti. Saya mundur jadi menteri pun oke. Saya mundur jadi ketua harian juga oke. Asal bisa membuktikan” kata Syarief Hasan, Kamis, 16 Mei 2013 saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta.

    Ia pun mengatakan bahwa isu yang mencemarkan nama baik keluarganya itu merupakan bentuk cyber crime yang patut dihentikan. Ia pun menuturkan isu yang bergulir merupakan startegi menjatuhkan kredibilitasnya dan sang istri sebagai politikus.

    “Ini ada motivasi politik, saya yakin itu. Karena saya sebelumnya tidak ada apa-apa, tidak diserang begini. Setelah saya semakin intens mengatur partai saya justru diserang dengansemakin mencari celah. Gak ada celah, istri saya yang diserang” kata Ketua Harian PartaI Demokrat itu.

    Meski isu yang bergulir menjatuhkan nama baik mereka, Syarief dan Ingrid tak mau ambil pusing. Hanya saja mereka berharap pelaku penyebar isu yang mengatasnamakan diri sebagai Triomacan2000 itu mau bertobat dan menghentikan ulahnya.

    Menanggapi tweet dari @Triomacan2000, Syarief Hasan juga sempat berkicau di twitternya. “Bertobatlah melakukan fitnah, fitnah itu kan lebih kejam dari pembunuhuan”, begituah isi kicauan Syarief.

    Dalam momen politik 2014 nanti, pasangan suami istri Syarief Hasan dan Ingrid Kansil itu mencalonkan diri menjadi anggota legislatif. Karena momen poltik yang sedang memanas, keduanya memutuskan untuk akhirnya melakukan klarifikasi isu yang berkembang kepada media hari ini, Kamis 16 Mei 2013.

    BalasHapus
  4. TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, mengatakan pihak Istana tidak pernah meminta lembaga atau organisasi mana pun untuk memberikan penghargaan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pernyataan Julian ini menanggapi protes sejumlah pihak atas penghargaan yang akan diberikan Appeal of Conscience Foundation (ACF) ke SBY.

    "Bila kemudian award dari ACF dipersoalkan oleh seseorang atau sekelompok orang di dalam negeri, tentu kami mendengarkan itu dalam konteks kebebasan berbicara dan berpendapat," kata Julian, melalui pesan pendek yang diterima Tempo, Kamis, 16 Mei 2013.

    Namun, ia menambahkan, jika ada pandangan yang mengatasnamakan wakil sebuah komunitas dan memprotes dengan memaksa. menolak rencana pemberian award oleh ACF, yang disampaikan secara terbuka seolah dirinya mewakili semua, maka hal itu Julian anggap sebagai satu cara pandang yang sempit didasari penafsiran filsafat politik minus etika.

    "Jadi sesungguhnya, protes atas rencana pemberian award dimaksud hanya membuat orang tahu bahwa di sini masih ada orang yang berpikiran sempit kepada Kepala Negaranya," Julian menjelaskan. Istana pun berharap pemberi penghargaan tidak merasa dilecehkan dan memaklumi protes yang ada.

    Menurut dia, penghargaan World Statesman Award dari ACF kepada SBY diberikan oleh sebuah lembaga internasional independen yang kredibilitasnya diakui oleh dunia. Lembaga ini telah beberapa kali memberikan awards kepada Kepala Negara.

    Antara lain Perdana Menteri Kanada, Presiden Korea Selatan, Kanselir Jerman, dan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown. "Awards diberikan dalam konteks kenegarawanan seseorang, yang dinilai berjasa dan berhasil bagi terciptanya perdamaian, toleransi beragama, dan demokrasi," kata Julian.

    Profesor bidang filsafat, Franz Magnis Suseno, protes atas rencana penganugerahan World Statesman Award kepada Presiden SBY. Franz Magnis mengirim surat keberatan ke Appeal of Conscience Foundation, lembaga yang menganugerahi hadiah tersebut.

    Dia menyebutkan ada dua poin keberatan "Pertama, SBY selama kepemimpinannya 8,5 tahun tidak pernah menyatakan kepada rakyat Indonesia untuk menghormati minoritas," kata Franz Magnis ketika dihubungi Tempo, Kamis, 16 Mei 2013.

    Kedua, SBY tidak pernah melindungi kelompok yang menjadi korban kekerasan seperti dalam kasus Ahmadiyah dan Syiah yang dicap sesat oleh kelompok aliran keras. "Presiden SBY tidak melakukan dan mengatakan apa-apa untuk melindungi mereka," kata Franz Magnis.

    BalasHapus
  5. Metrotvnews.com, Jakarta: Fungsionaris Partai Demokrat Ikhsan Modjo meminta masyarakat mengkritisi bakal calon anggota legislatif partainya.

    Menurut Ikhsan, selama belum masuk ke tahap Daftar Calon Tetap (DCT), caleg masih bisa diganti. Demokrat sendiri akan menyerahkan perbaikan daftar bacaleg dalam waktu dekat, untuk kemudian disusun menjadi daftar calon sementara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU)

    "Setelah tanggal 22 Mei ini, KPU akan mengumukan DCS yang sudah disempurnakan, ini silakan masyarakat untuk mengkritisi kalau ada caleg Demokrat yang korup kaya Thaib Armain, atau kayak apa, silakan dikritisi," kata Ikhsan di Jakarta, Kamis (16/5).

    Menurutnya, hanya masukan masyarakat kepada Demokrat dan KPU yang bisa mengubah nama seseorang untuk dicalonkan. "Bilang aja si ini enggak cocok jadi caleg atau kayak adiknya Nazaruddin atau si M.Nasir itu silakan dikritik. Kan kalau gw yang kritik enggak enak," tukas Politikus Partai Demokrat yang maju dari daerah pemilihan Jawa Timur IV itu.

    Ia menjelaskan, partai dan pengurusnya tidak bisa memaksa seorang caleg untuk mundur. "Caleg itu bisa mundur karena tiga hal. Pertama ada masukan masyarakat, meninggal dunia, atau mengundurkan diri," kata Ikhsan.

    "Mengharapkan dia (caleg) meninggal dunia atau mengundurkan diri kan enggak mungkin, yang paling mungkin, ya masukan. Jadi silakan masyarakat mengkritisi, beri masukan. Kalau perlu usul KPU coret bila ada caleg-caleg yang enggak bener," tukasnya.

    BalasHapus